Cerita Atreus Mendapatkan Kekuatan Pantheon, Aspect of War - Lore League of Legends: Wild Rift Indonesia

Jika kalian mengikuti Lore di League of Legends, mungkin kalian pernah mendengar pertarungan antara Pantheon vs Aatrox. Pertarungan tersebut dimenangkan oleh Aatrox dan Ia berhasil membunuh Aspect Pantheon. Meski berhasil membunuh Aspect Pantheon, namun tidak dengan wadahnya.

Sumber: Riot Games

Pemilik asli wadah Pantheon adalah pria bernama Atreus, yang sekarang menjadi sosok "Pantheon" itu sendiri. Atreus menerima kekuatan dari Aspect Pantheon yang dulu pernah merasukinya setelah Aspect-nya berhasil dibunuh. Sebelum Atreus ada beberapa orang yang pernah mendapat gelar Pantheon, mereka adalah Zeonia, Astraea, dan Areion.

Atreus terlahir dari suku Rakkor (masih bagian dari Solari) yang berada di kaki pegunungan Targon. Sejak kecil Atreus sudah terbiasa dengan medan perang, Ia bergabung dengan prajurit Ra'Horak. Awalnya Atreus hanya prajurit biasa, Ia bukan yang terkuat dan tidak memiliki bakat yang menonjol. Terjatuh, berdarah, dan rasa sakit sering Ia dapatkan dalam pertempuran, namun Atreus memiliki tekad yang sangat kuat didalam dirinya.

Atreus memiliki rival bernama Pylas, mereka sering bersaing dalam setiap latihan. Meski Pylas sering mengalahkan Atreus dan membuatnya terjatuh, namun Ia tetap kagum dengan tekad pantang menyerah yang dimiliki Atreus, akhirnya mereka menjadi rival sekaligus teman dekat.

Suatu hari Atreus, Pylas dan beberapa prajurit Rakkor melakukan patroli, namun tanpa diduga mereka bertemu dengan kaum Barbarian Gunung. Perang pun tidak bisa dihindari dan menewaskan banyak prajurit hingga menyisakan Atreus dan Pylas saja.

Karena kejadian itu, Atreus sempat memohon pertolongan kepada Aspect of Sun (Leona) untuk mengusir Barbarian gunung tersebut. Namun karena suatu alasan Leona menolaknya. Sejak saat itu, Atreus dan Pylas bertekad ingin mendaki gunung Targon untuk mendapatkan kekuatan Aspect.

Sumber: Riot Games

Banyak yang meremehkan tekad mereka berdua, dengan alasan jalur pendakian yang sangat sulit dilalui yang menyebabkan banyak pendaki tidak pernah kembali. Gunung Targon memang dikenal memiliki jalur yang sangat sulit sehingga banyak membuat pendaki tersesat ditambah dengan suhu dingin yang sangat ekstrim membuat orang biasa sulit untuk bertahan.

Tetapi Atreus dan Pylas pantang menyerah dan tetap mendaki gunung Targon. Sayangnya Pylas harus menghembuskan nafas terakhirnya ditengah perjalanan karena mati kedinginan. Meski tinggal seorang diri Atreus terus berjuang sampai kepuncak dan akhirnya ia sampai ketempat yang Ia tuju. Atreus langsung berhadapan dengan langit terbuka dan kemudian meminta menjadi Host Aspect terkuat untuk balas dendam.

Sumber: Riot Games

Setelah kejadian tersebut ada seseorang yang kembali dari puncak Targon membawa tombak dan tameng bercahaya, sayang sosok tersebut bukanlah Atreus, melainkan Aspect of War, Pantheon yang mengusai tubuh milik Atreus.

Pantheon mengambil alih tubuh Atreus dengan alasan Atreus hanya manusia bisa dan hanya akan membawa kekalahan. Atreus tidak layak menjadi seorang "Host Aspect", maka Pantheon memutuskan untuk merasuki tubuh Atreus sebagai wadah untuk kembali berjalan ke dunia.

Selama tubuhnya dirasuki oleh Pantheon, Atreus tidak bisa mengendalikan tubuhnya dan hanya bisa melihat dengan samar-samar.

Akhirnya, Pantheon bertemu dengan Aatrox salah satu dari Darkin, yang ingin menguasai wilayah gunung. Kemudian mereka bertarung dengan sengit dan pertarungan antara Darkin vs Aspect tersebut menjadi pertarungan yang sangat mengerikan.

*Darkin merupakan kumpulan senjata yang hidup dan mampu merenggut semua kesadaran penggunanya. Sumber: Hasagi.id

Sampai akhirnya Aatrox berhasil menusuk tubuh Aspect dengan pedangnya dan berhasil membunuh Pantheon. Kematian Pantheon ditandai dengan hilangnya rasi bintang Aspect of War di langit pegunungan Targon.

Sumber: www.uhdpaper.com

Saat Pantheon telah mati, Atreus mendapatkan tubuhnya kembali yang sedang sekarat akibat tusukan pedang Aatrox. Atreus masih ingin bertarung, tetapi tombak yang Ia bawa tidak lagi bercahaya dan tidak memiliki kekuatan lagi karena sosok Pantheon dalam dirinya telah hilang. 

Atreus hanya bisa meludah ke wajah Aatrox sambil mencibirnya. Namun Aatrox tidak peduli, Ia hanya membalas cibiran Atreus kemudian membiarkannya dan berharap Atreus mati kehabisan darah". 

Beberapa waktu kemudian saat tubuhnya dikerumuni oleh kumpulan burung gagak, Atreus kembali sadar dan berusaha bangkit lagi. Ia berjalan dengan susah payah menuju Rakkor dengan jejak darah dibelakangnya.

Setelah kalah melawan Aatrox, Atreus masih memiliki keinginan yang kuat untuk bertahan hidup ditambah kemarahnnya kepada sang Aspect of War, Pantheon yang telah menghianatinya dengan mengambil alih tubuhnya membuat Atreus dapat bertahan dan lolos dari kematian.

Setelah kembali ke Rakkor, Atreus dirawat oleh Lula istri dari Pylas dirumahnya. Beberapa bulan kemudian Atreus sering menghabiskan waktunya dengan memandangi bintang, Atreus sadar bahwa manusia ditakdirkan untuk berjuang, namun kematian pasti akan selalu menunggu.

Di waktu yang sama, ancaman kaum Barbarian gunung semakin menghawatirkan. Mereka tidak segan memasuki wilayah pemukiman suku Rakkor dibagian utara, termasuk mengambil lahan pertanian milik Lula. Meski butuh waktu yang cukup lama untuk bangkit, Atreus bertekad ingin mengakhiri masalah tersebut. Ia kembali mengangkat tombak bekas senjata milik Aspect dan bersiap kembali berperang.

Saat menemui Barbarian tersebut, Atreus melihat sebagian dari mereka telah tewas, mendengar jeritan dan mencium bau darah dimana-mana. Kemudian Ia melihat sosok yang pernah bertarung melawan dirinya, Aatrox.

Atreus sadar, Aatrox-lah yang menyebabkan para Barbarian menyerang wilayah Rakkor. Ia berpikir, walaupun Barbarian gunung adalah musuhnya, tetapi mereka juga manusia. Mereka hanya menjadi korban dari konflik antara kekuatan besar.

Atreus sangat marah dan merasa amarah didalam dirinya meluap-luap. Kemudian Ia berpikir, baik Aspect ataupun Darkin keduanya sama, mereka hanya mementingkan kekuatan. Atreus ingin kembali bertarung, namun sekarang Ia menempatkan dirinya sebagai penengah antara kelompok Barbarian dan Aatrox.

Aatrox terus mengejek Atreus, Ia berkata Atreus bisa apa tanpa kekuatan Aspect? Apa yang ingin dilakukan Atreus jika Aspect dalam dirinya saja sudah mati?

Meski dibuat bertekuk lutut oleh Aatrox, Atreus tidak mau menyerah. Tiba-tiba tombak Aspect yang Atreus bawa kembali bercahaya dan kekuatannya bangkit kembali. Dengan sekali serangan, Atreus melompat dan berhasil memotong lengan Aatrox.

Aatrox langsung terjatuh dan Atreus tetap berdiri, Ia langsung memandang ke langit dan melihat rasi bintang Aspect of War telah kembali. Sosok "Pantheon" telah kembali untuk menghiasi langit Targon.

Sumber: Riot Games

Atreus telah menghabisakan waktunya untuk pertarungan yang panjang, namun Ia berpikir baik Aspect, Ascended, Darkin, Demon atau siapapun yang memiliki kekuatan tersebut, maka akan menghancurkan dirinya sendiri.

Atreus kembali menjadi "Pantheon" dengan jiwanya sendiri, karena sosok Aspect of War, Pantheon sudah mati. Kekuatannya kembali karena didorong oleh keinginannya untuk terus berperang, maka peranglah yang lahir dari diri seorang manusia.

Trivia:

1. Atribut Atreus pernah dipakai oleh Host Aspect of War, Pantheon yang sebelumnya. Masing-masing Atribut tersebut memiliki nama, yaitu:

  • Tombaknya bernama "Skyfall", dulu dipakai oleh Host Aspect bernama Areion
  • Tamengnya bernama "Aegis", dulu dipakai oleh Host Aspect bernama Zeonia
  • Jubahnya bernama "Solstice", dulu dipakai oleh Host Aspect bernama Astrea
  • Helmnya bernama "Nova", saat ini dipakai oleh Host Aspect bernama Atreus

2. Saat ini Atreus memiliki semua atribut yang diwariskan oleh Host Aspect sebelumnya.

3. Di masa lalu, Aurelion Sol sering diperintah oleh Phanteon (kebetulan Host Aspect saat itu merupakan seorang wanita). Untuk ceritanya silahkan baca disini.

4. Untuk saat ini terdapat 7 Host Aspect yang masih hidup, yaitu: Leona, Diana, Taric, Zoe, Pantheon, Kayle, dan Morgana.

Sumber:

5. Piercing of the Heavens - Realm of Runeterra book halaman 14 dan 15

*Disclaimer: Jika ada yang keberatan atau masalah sumber konten, silahkan hubungi via komentar atau inbox disini.

0 Response to "Cerita Atreus Mendapatkan Kekuatan Pantheon, Aspect of War - Lore League of Legends: Wild Rift Indonesia"

Posting Komentar